Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Mei 2009

UNTUKMU YANG TAK LELAH BERHARAP


Islam itu indah sahabat…
Lebih indah daripada pelangi di ujung nirwana selepas hujan reda
Lebih menakjubkan daripada 7 keajaiban dunia
Lebih mengagumkan daripada berkelana di antara bintang-bintang di luar angkasa sana
Lebih berharga dari tiap perhiasan yang ada di jagad raya ini, bahkan jauh lebih berharga untuk dibandingkan dengan hal-hal semacam itu
Ia teramat sangat indah hingga generasi terbaik dari umat ini menghiasinya dengan darah kesyahidan di medan Badar, Uhud dan medan-medan lain

Untukmu yang tak lelah berharap…
Kepadamu lah Rasulullah mewariskan perjuangan ini
Di pundakmu lah beban dakwah ini diamanahkan
Di tanganmu lah harapan terwujudnya peradaban madani
Biarkan dakwah menghidupi ruhmu, yang menjagamu agar tak menderita kelak
Jadikan dakwah ini sebagai pembeda antara kaum yang diberkahi dan kaum pendusta ayat-ayat Nya

Untukmu yang tak lelah berharap…
Sudahkah kau dengar dentuman yang menghantarkan para syuhada menemui Rabb-nya?
Sudahkah kau lihat wajah-wajah mungil yang berdiri tegak tak tergoyahkan meski senapan yahudi laknatullah kerapkali dihadapkan ke kepalanya? Berbekal batu dan dengan lantang berteriak “Khaibar-Khaibar ya, Yahud! Ja'isyu Muhammad Saufa Ya'uud!”
Sudahkah kau lihat sorot mata ketegaran dan kebanggaan para ibu yang merelakan buah hatinya menjadi mujahid, menanamkan jiwa intifadah dan rindu syahid dalam dada anak-anak itu?

Untukmu yang tak lelah berharap…
Aku bangga padamu yang sanggup mengorbankan kepentinganmu demi merencanakan manuver-manuver dakwah
Aku bangga padamu yang tetap tegar meski hari-hari yang kau lalui penuh dengan ujian dan rintangan
Aku bangga padamu yang tetap bisa tersenyum meski masalah tak bosan menghampirimu, malah dengan lapang dada memberikan tausiyah untuk menguatkan saudaramu yang lain
Aku bangga padamu yang menghabiskan sepertiga malam terakhirnya untuk bersimpuh pada Rabb-Nya penuh deraian air mata pengharapan
Aku bangga pada padamu yang kerap melantunkan al-ma’tsurat dan menghafalkan surat cinta dari Allah sementara teman-temanmu yang lain bersemangat menyenandungkan nasyid atau bahkan lagu-lagu jahiliyah

Untukmu yang tak lelah berharap…
Teruslah berharap agar Allah akan memenangkan perjuangan ini, meski kau tak sempat merasakannya

“Dan sesungguhnya orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami pasti akan kami tunjukkan jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS Al-Ankabut: 69).

Ya Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu. Telah berjumpa dalam taat pada-Mu. Telah bersatu dalam da'wah pada-Mu. Telah terpadu dalam membela syari'at-Mu. Kokohkanlah, Ya Allah ikatannya, kekalkan cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal pada-Mu. Nyalakanlah hati kami dengan ma'rifat kepada-Mu. Matikanlah ia dalam syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong...

Read More......

Rabu, 15 April 2009

Akhir Pengembaraan Hamba


Bagaimana aku mengerti artinya berhenti jika hatiku terus mengembara
Melesat menembus belukar perjuangan seperti kijang yang tak pernah kehilangan kelincahannya
Kupejamkan kelopak mata lalu berkhayal tentang sebuah negeri indah
Lebih indah dari negeri dongeng
Negeri dengan sejuta cerita bahagia, tiap orang punya cerita bahagianya sendiri
Aku mengembara terus demi memuaskan dahagaku pada bahagianya negeri impian
Ada sekumpulan orang yang kuumpamakan layaknya kupu-kupu
Awal dengan sudut pandang liar yang tak disukai bahkan menjijikkan
Tak berhenti berjuang sampai keindahan menjadi saudara kembarnya
menyatu dalam dimensi yang tak terbatasi ruang dan waktu
Berbagi kebahagiaan pada tiap jiwa yang dititipkan di sekelilingnya
Menyenangkan…
Lalu tiba-tiba satu titik memaksaku tinggal sejenak
Ada pula sekumpulan orang yang bagiku tak layak ada di situ
Jiwaku menekan untuk mencari jawaban dari tiap pertanyaan yang hampir-hampir memenuhi ruang otakku
Keindahan itu berartikah bagi sang pencari kepuasan dunia?
Apakah artinya kebahagiaan bagi para budak syahwat?
Lalu yang kulakukan ini apa?
Dan apakah-apakah lain …yang terhela dan bergulung seperti benang mengacaukan kerja keras saraf kepalaku
Sejuta cerita bahagia khayalan itu menjadi kenyataankah ketika aku kembali?
Sampai-sampai aku takut membuka mata…
Melihat kenyataan yang tak sesuai pengharapan
Kuteruskan mengembara bersama khayalanku, terus mencari dengan mata hati
Lalu kepada siapa aku membawa daftar pertanyaan-pertanyaan tadi?
Pertanyaan yang hampir-hampir mewarnai hatiku semerah saga
Perih…
Hampir-hampir kata menyerah berhasil membujuk untuk tak lagi melesat seperti kijang di belantara dunia
Namun akhirnya keperihan tak datang sendiri
Ada yang mengekor dibelakangnya, bahkan lebih banyak lagi
Layaknya daun yang gugur dari tangkainya karena telah tiba waktunya
keperihan pun pergi
Aku bahkan mendapatkan jawaban lebih dari yang kutanyakan
Allah…
Satu kata yang lebih dari cukup buatku
Muara semua itu adalah Dia
Yang tak pernah letih mengurus semua ciptaan-Nya
Tak pernah melewatkan sekecil apapun keletihan dan keperihan yang menempeli jejak langkah pejuang-pejuang Nya
Sayangnya terkadang kita tak pernah menyadari ‘keterlambatan’ yang indah dari Allah
Memutuskan diri berhenti padahal ada satu lembaran lagi yang seharusnya dibuka sampai ia menemukan apa yang ia butuhkan
Bukan yang ia inginkan…
Berputus asa dari kasih sayang-Nya saat ia hampir menuai buah perjuangannya
Negeri impian sesungguhnya ada dan bermula dalam jiwa tiap hamba
Berdetak bersama jantungnya dan mengalir bersama darahnya
Ada ketika ia meletakkan tahta Allah lebih tinggi dari segalanya
Terurai bersama derasnya alir doa di setiap sujud panjangnya
Berbagi kesejukan kasih-Nya pada tiap raga yang Allah titipkan ruh di dalamnya
Menjaga cinta hakiki yang ia punya lebih dari apapun jua
Dan… mahkota kebahagiaan nyata mulai mekar di jiwa
Memeluk erat tiap anugerah dari-Nya
Membawa jiwa menuju kerinduan bertemu Kekasih Sejatinya
Menghantarkan perjuangan sebagai mahar surga-Nya yang kekal
Dia lah Allah…

Read More......